Pena Pagi Nusantara

Penutupan Pameran Seni Mas IR Harap Pemerintah Lebih Kuatkan Seni di Bangkalan

BANGKALAN pena-pagi-nusantara.my.id | Pameran Seni Rupa Tunggal karya seniman senior Bangkalan, Drs. Fajar Iriadi atau Mas IR, resmi ditutup setelah berlangsung lima hari di Taman Paseban. Selain menjadi ruang apresiasi karya seni, pameran itu juga melahirkan komitmen para seniman untuk menggelar kegiatan seni secara rutin setiap bulan hingga akhir 2026.

Pada penutupan pameran, Mas IR berucap, selama lima hari penyelenggaraan, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, belum pernah mengunjungi lokasi pameran. Meski demikian, ia mengaku memahami padatnya agenda pemerintahan yang harus dijalankan.

“Saya sadar Bupati memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Tidak apa-apa, semoga pada pameran berikutnya beliau berkesempatan hadir,” ujar Mas IR. (Minggu, 28/6)

Baca juga: Seprint Kepengurusan, MWCNU Randudongkal Resmi Dilantik dan Gelar Upgrading

Menurutnya, kehadiran kepala daerah di tengah para pelaku seni diharapkan menjadi bentuk dukungan moral yang mampu membangkitkan semangat para seniman untuk terus berkarya.

“Saya menggelar pameran di ruang publik agar masyarakat tahu bahwa Bangkalan memiliki perupa yang terus berkarya dan agar generasi muda semakin bersemangat mencintai seni,” katanya.

Mas IR berharap pemerintah daerah ke depan dapat memberi ruang yang lebih besar bagi perkembangan seni dan budaya di Bangkalan. Menurutnya, perhatian terhadap dunia seni akan menjadi investasi penting dalam menjaga identitas budaya daerah sekaligus melahirkan generasi kreatif.

Baca juga: SDN Kendaban 1 Tanah Merah Buka SPMB, Tawarkan Fasilitas Lengkap

“Alhamdulillah, dari pameran ini para pelaku seni sepakat menggelar kegiatan seni setiap bulan di Taman Paseban. Jadwalnya bahkan sudah tersusun hingga akhir tahun 2026. Semoga ke depan semakin banyak pihak yang hadir dan memberi dukungan,” tuturnya.

Di tengah berbagai kesibukan pembangunan daerah, kehadiran pemerintah dalam kegiatan kebudayaan tetap menjadi harapan para pelaku seni. Sebab, apresiasi tidak selalu diwujudkan melalui anggaran, tetapi juga melalui kehadiran yang memberi pesan bahwa karya dan budaya daerah memiliki tempat dalam pembangunan Bangkalan. Robin/ red_

Berita Terkait

Terkini

Pena Pagi Nusantara