BANGKALAN pena-pagi-nusantara.my.id | Komitmen memperkuat tata kelola puskesmas Kabupaten Bangkalan terus didorong. Program Studi S1 Administrasi Kesehatan Universitas Noor Huda Mustofa (UNHM) Bangkalan menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Tata Kelola Puskesmas melalui Pembentukan Satuan Pengawas Intern (SPI) yang digelar di Ruang Integritas Gedung C Kampus UNHM, Selasa (30/6).
Kegiatan itu menghadirkan Auditor Eksternal Moh. Toyyib, S.Akun., M.Ak., Ak., ACPA., CTT., CFIP sebagai narasumber, serta melibatkan Dinas Kesehatan Bangkalan, Inspektorat, BPKAD, akademisi, pengelola layanan kesehatan, dan seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Bangkalan.
FGD menjadi wadah menyatukan persepsi para pemangku kepentingan mengenai pentingnya pembentukan Satuan Pengawas Intern sebagai instrumen pengawasan internal dalam mendukung pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang transparan, akuntabel, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Baca juga: Inspiratif Surya, Atlet Biliar Bangkalan
Dalam paparannya, Moh. Toyyib menegaskan bahwa pembentukan SPI tidak boleh dimaknai sebatas pembentukan struktur organisasi. Menurutnya, SPI harus dibangun melalui regulasi yang kuat agar memiliki dasar hukum dan mekanisme kerja yang jelas.
“SPI harus dibangun secara sistematis, mulai dari penyusunan regulasi, pembentukan struktur organisasi, mekanisme kerja, hingga penetapan tugas dan fungsi yang jelas. Perlu dipahami pula bahwa SPI bertugas melakukan pencegahan terhadap potensi penyimpangan, bukan mengambil alih kewenangan Inspektorat,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya belum tersedianya regulasi daerah yang mengatur SPI di tingkat puskesmas serta terbatasnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang audit internal dan administrasi kesehatan.
Baca juga: Misteri Kematian Sekdis PRKP Bangkalan Semakin Terkuak.
“Karena itu dibutuhkan komitmen bersama agar implementasi SPI dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan tata kelola puskesmas,” tambahnya.
Melalui forum tersebut, para peserta menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya mendorong Pemerintah Kabupaten Bangkalan segera menyusun regulasi pembentukan SPI pada BLUD Puskesmas, meningkatkan kapasitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan, serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam proses implementasinya.
Menanggapi hasil diskusi, Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Nunuk Kristiani, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti rekomendasi yang telah disepakati bersama.
“Hasil FGD ini akan menjadi dasar bagi kami untuk menyusun langkah lanjutan. Dalam waktu dekat kami akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala puskesmas guna menyusun rencana aksi implementasi SPI secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta menandatangani Berita Acara Komitmen Bersama Implementasi Satuan Pengawas Intern (SPI). Penandatanganan tersebut menjadi simbol kesepakatan bersama dalam membangun sistem pengawasan internal yang efektif demi memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Bangkalan. Robin/ red_











