Pena Pagi Nusantara

Perkuat Persaudaraan Antar Perguruan Silat, Cetak Atlet Muda Pejagan Berkualitas

BANGKALAN pena-pagi-nusantara.my.id | Kolaborasi antar perguruan pencak silat di Kelurahan Pejagan, Kecamatan Kota Bangkalan, menjadi langkah nyata dalam memperkuat persaudaraan sekaligus mencetak atlet muda yang berkualitas. Hal itu terlihat dalam pagelaran seni dan budaya di halaman kantor kelurahan, Sabtu (2/5).

 

Kegiatan yang diinisiasi PS Insan Sejati, dan diperkuat oleh PS Garuda Putih, PS Bintang Bawean Putra, dan PS Setia Sukolilo ini tidak hanya mampu melakukan seni bela dirinya, namun juga wadah mempererat dan memperkuat mental anak didik mereka menjadi lebih kuat, disiplin dan saling menjaga hubungan antar perguruan yang harmonis

Baca juga: Gas Pol Menuju “Bumi Pesilat Emas”, IPSI  Dilantik Bidik Juara Umum

 

Kasi PMD Muflich mewakili Ahmadi Safar selaku Camat Kota Bangkalan dalam pidatonya menegaskan, “Kegiatan seperti ini jangan berhenti sampai di sini. Harus terus berlanjut sebagai wadah memperkuat persatuan dan kebersamaan antar perguruan pencak silat.”

 

Baca juga: Mendesak Dugaan Pemerasan dan Mafia Peradilan Oknum Polres, Oknum Jaksa Perkara Narkoba Pemalang

Lurah Pejagan, Abdul Azis, juga menyampaikan dukungannya. “Kami sangat mendukung kegiatan ini karena mampu mempererat silaturahmi sekaligus menjadi langkah awal mencetak atlet muda yang berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

 

Suhartono selaku ketua harian mewakili IPSI Bangkalan menekankan pentingnya menjaga pencak silat sebagai warisan budaya. “Pencak silat bukan sekadar olahraga, dan ketangkasan bela diri tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan mental yang kuat. Jika dilakukan secara konsisten, bukan tidak mungkin dari Pejagan lahir atlet-atlet unggul,” tegasnya.

 

Secara keseluruhan acara tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pemerintah agar pencak silat di Bangkalan bertumbuh kembang secara masif dan bisa membawa nama baik pemerintah setempat melalui prestasi -prestasi yang gemilang.

 

Berbagai penampilan seni gerak pencak silat, mulai dari tunggal, berpasangan hingga penampilan Soto Madura dan Macam-macam turut memeriahkan acara. Antusiasme peserta dan masyarakat sekitar yang menonton menjadi bukti bahwa kolaborasi ini membawa dampak positif.

 

Gelar seni dan budaya antar perguruan pencak silat tersebut menjadi simbol kuat bahwa persaudaraan adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang rukun sekaligus dapat melahirkan atlet muda tangguh dan berprestasi dengan mental yang baja. Robin/red_

Berita Terkait

Terkini

Pena Pagi Nusantara