CILACAP pena-pagi-nusantara.my.id | Tragis serangan tawon di wilayah Cilacap Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan puluhan sengatan tawon Vespa (Vespa affinis) saat sedang beraktivitas di rumahnya Kamis (26/2).
Peristiwa bermula saat korban, yang diketahui bernama Slamet Arifianto, warga Dusun Pecangakan RT 02/RW 04, Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, hendak membersihkan bak penampungan air (water torn).
Tanpa disadari, terdapat sarang tawon Vespa yang bersarang di sekitar area tersebut.
Sarang yang terganggu membuat kawanan tawon agresif dan langsung menyerang korban secara bersamaan. Slamet dilaporkan menerima puluhan sengatan di sekujur tubuhnya sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh pihak keluarga.
Baca juga: Ratusan Miras Diamankan Sat Samapta Polres Demak di Bulan Ramadan
Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke RS PKU Kroya untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, karena kondisi terus memburuk akibat racun (venom) yang menyebar, korban dirujuk ke RSUD Banyumas.
Meski telah mendapatkan penanganan intensif, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Kejadian tersebut menambah daftar panjang insiden fatal akibat tawon di Cilacap. Spesies Vespa affinis atau yang sering disebut “Tawon Ndas” memiliki karakteristik yang sangat berbahaya bagi manusia:
Baca juga: Kodim 0829/ Terbuka Terima Aspirasi LIRA, Tegaskan Hanya Berperan Sebagai Pendamping KDKMP
Agresivitas Tinggi: Menyerang secara berkelompok jika merasa terancam.
Sengatan Berulang: Berbeda dengan lebah madu, tawon ini dapat menyengat berkali-kali tanpa mati.
Dampak Fatal: Sengatan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan reaksi alergi berat (anafilaksis), gagal ginjal akut, kerusakan organ, hingga kematian dalam waktu singkat.
Segera melapor ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) atau ahli jika menemukan sarang tawon di lingkungan pemukiman guna dilakukan evakuasi secara aman. Red_










