Pena Pagi Nusantara

P2KP Bangkalan Tegaskan Bulog Konsekuen Jadwal Pengiriman

BANGKALAN pena-pagi-nusantara.my.id | Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (P2KP) Kabupaten Bangkalan, CHK Karyadinata, mengaku kecolongan adanya perbedaan kualitas beras bantuan pangan (Bapang) dengan hasil sampel sebelumnya.

Pengakuan tersebut disampaikan kepada awak media di ruang kerjanya paska munculnya keluhan masyarakat mengenai kualitas beras yang diterima di sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Memang ada perbedaan antara sampel beras yang ditunjukkan kepada kami dengan beras yang diterima kpm di beberapa tempat,” ujar Karyadinata seraya menunjukkan dua kemasan plastik berisi sampel beras, Senin (8/6).

Baca juga: Ciptakan Suasana Hangat Babinsa Bersama Warga

Menurutnya, satu kendala utama dalam polemik tersebut, jadwal distribusi bapang yang tidak selalu pasti. Kondisi tersebut dianggap membuat proses pengawasan dan monitoring lapangan menjadi kurang maksimal.

Karena itu, Karyadinata meminta Bulog lebih konsekuen dan terbuka dalam menentukan jadwal distribusi agar pemerintah daerah dan beberapa pihak terkait dapat melakukan pengawasan sejak dini hingga diterima masyarakat.

“Sebenarnya simpel saja, kalau Bulog mengikuti tata kelola yang ada ini pasti asyik, ya mulai dari SPJ, pengawasan hingga pendistribusian, pasti akan sesuai harapan,” tegasnya.

Baca juga: Gempa M 7,8 Guncang Filipina

Tidak hanya itu , ia juga menyampaikan agar kemasan beras bapang perlu dibuat lebih transparan dan informatif. Menurutnya kemasan yang transparan akan memudahkan beberapa pihak dapat melihat kondisi beras sebelum diterima KPM sehingga nyata program ini terealisasi secara terang benderang.

“Bantuan pangan ini menyangkut hak masyarakat. Karena itu sistemnya harus transparan, jadwalnya jelas, kualitasnya terjamin, dan proses distribusinya dapat diawasi bersama,” katanya.

Beberapa poin penting yang disampaikan itu, Karyadinata juga mendorong Bulog agar bisa lebih memprioritaskan penyerapan gabah dan beras lokal Bangkalan. Menurutnya, produksi beras lokal memiliki kualitas yang tidak kalah dengan beras luar. Hal itu akan berpotensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani daerah.sehingga tidak perlu lagi pasokan beras dari luar daerah

“Sebelumnya kami sudah menawarkan kesanggupan kepada bulog untuk dapat memenuhi kebutuhan program ini dan sudah kami siapkan driyer supaya mempercepat proses pengeringan. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” terang Karyadinata.

Robin/red_

Berita Terkait

Terkini

Pena Pagi Nusantara