Bangkalan pena-pagi-nusantara.my.id – Jawa Timur. Runtuhnya plafon di salah satu ruang kelas di UPTD SDN Kramat 1 Bangkalan menjadi evaluasi penting bagi pihak terkait untuk keselamatan dunia pendidikan. Mirisnya, kejadian tersebut saat kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung dan nyaris mencelakai siswa maupun tenaga pendidik.
Kondisi ini terekam dalam video singkat yang kini beredar di kalangan masyarakat Bangkalan. Dalam video tersebut, terdengar suara seorang perempuan diduga adalah tenaga pendidik setempat menyampaikan tentang kondisi pada salah satu kelas sedang berantakan dengan memperlihatkan reruntuhan plafon dan kayunya yang bergelantungan. Dalam penyampaiannya seakan meminta kepada seseorang (menyebut bapak) atau pihak terkait agar kondisi ini mendapat perhatian serius.
“Assalamualaikum, mohon perhatiannya Bapak. Ini sekolah kita roboh tadi saat KBM. Alhamdulillah tidak mengenai siswa,” ujar perekam video tersebut.
Baca juga: Agus Flores Berkomitmen Berikan Pembelaan Hukum Total bagi Penyidik Polri Sesuai Marwah FRN
Keterangan lain dari salah satu guru mengatakan, peristiwa runtuhnya plafon terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, tepat saat proses belajar mengajar berlangsung. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut.
Belum dipastikan, runtuhnya plafon apakah memang kondisi bangunan sudah tua dan sudah rapuh, atau bangunan baru.
“Menurut guru-guru, bangunan itu diduga sudah lama dan patut di renof” jelas salah satu tenaga pendidik di sana.
Baca juga: Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Kewajiban Pemda Penuhi Layanan Kesehatan
Sehingga kejadian ini muncul pertanyaan besar terkait status bangunan tersebut. Apakah memang gedung lama atau justru bangunan baru yang pengerjaannya asal-asalan dan patut dipertanyakan kualitasnya.
Dalam hal ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan dinilai perlu segera melakukan kroscek langsung ke lokasi, sekaligus mengevaluasi secara menyeluruh kondisi sarana dan prasarana sekolah, khususnya bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
Sementara itu di hari yang sama Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan setempat, Yusri, belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Ia mengaku masih berada di luar kota dalam rangka kegiatan dinas.
“Maaf saya masih di Jakarta,” ujar Yusri singkat saat dihubungi, Rabu (28/1). Robin/red_











