Pena Pagi Nusantara

Seorang Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras Terekam CCTV

JAKARTA pena-pagi-nusantara.my.id |  Penyelidikan terkait penyiraman air keras yang dialami Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mulai menemukan titik terang. Hasil rekaman CCTV di lokasi kejadian Jalan Salemba I – Talang Jakarta Pusat, berhasil merekam suatu peristiwa tragis, Kamis (12/3) malam hari.

Berdasarkan tayangan CCTV yang kini tengah didalami pihak kepolisian, korban diduga kuat sudah dikuntit sejak meninggalkan kantor YLBHI. Dalam rekaman tersebut, terlihat dua orang pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic jenis Honda Beat melakukan tindakan yang mencurigakan.

Saat Andrie melintas Jembatan Talang pukul 23.37 WIB, kedua pelaku yang arah berlawanan langsung mendekat. Rekaman memperlihatkan salah satu pelaku berada di posisi penumpang menyiramkan cairan yang diduga kimia secara sepontan dan terarah ke bagian atas tubuh korban.

Baca juga: Peringati Nuzulul Quran, Polres Demak Bagikan 3.000 Kg Zakat Fitrah

Pasca-penyiraman, Andrie Yunus terlihat langsung menjatuhkan sepeda motornya serta berteriak kesakitan. Warga sekitar  mendengar teriakan korban sempat berusaha mengejar pelaku, namun keduanya berhasil memacu kendaraan dengan cepat ke arah Jalan Salemba Raya hingga jejaknya hilang.

“Berdasarkan keterangan warga dan rekaman CCTV, Andrie diduga sudah dikuntit terlebih dahulu oleh kedua terduga pelaku,” ungkap Temu di lokasi kejadian.

Baca juga: Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Bangkalan Ungkap 19 Kasus dan Amankan 24 Tersangka

Pada Jumat (13/3) sore, sejumlah personel kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selain mengamankan salinan rekaman CCTV dari beberapa gedung di sekitar lokasi, petugas juga mencari barang bukti lain yang mungkin tertinggal untuk mengungkap jenis cairan yang digunakan serta identitas pelaku.

Hingga saat ini, kondisi Andrie Yunus masih dalam pemantauan ketat tim dokter spesialis di RSCM. Serangan ini memicu gelombang kecaman dari berbagai organisasi masyarakat sipil yang mendesak kepolisian untuk segera menangkap aktor di balik teror terhadap pembela HAM ini. Red_

Berita Terkait

Terkini

Pena Pagi Nusantara