Pena Pagi Nusantara

Viral Protes MBG Bocah SD Menuai Kontroversi

Nasional  Pena-pagi-nusantara.my.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai polemik di jagat maya. Kali ini, protes polos namun mengena dari seorang siswa Sekolah Dasar (SD) menjadi viral setelah si Bocah tersebut mempertanyakan ketidaksinkronan jadwal pendistribusian MBG dengan hari efektif sekolah.

Melalui unggahan yang menandai akun resmi Presiden @prabowo dan @presidenrepublikindonesia , bocah tersebut menyampaikan kebingungannya terkait operasional program di lapangan. Ia menyoroti fenomena aneh di mana distribusi makanan justru berjalan saat siswa sedang libur, namun ketika aktivitas sekolah dimulai, program tersebut justru tidak ada, seperti yang terucap dalam video.

“MBG berjalan di saat libur sekolah, tapi MBG libur di saat aktivitas sekolah? Bagaimana ini Pak Prabowo, Apakah Ada Korupsi?” tulis narasi dalam unggahan tersebut yang memicu perdebatan luas.

Baca juga: Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Terperosok ke Parit Mayong Jepara

Unggahan tersebut langsung diserbu ribuan komentar dari netizen yang merasa geram dengan carut-marutnya implementasi program di tingkat bawah. Nada sinis dan sarkasme mendominasi kolom komentar, mulai dari kritik manajemen hingga dugaan miring mengenai transparansi dana.

Beberapa poin yang disoroti netizen meliputi:
* Kualitas Menu yang Rendah: Muncul laporan bahwa makanan yang disajikan terkadang hanya berupa roti yang dinilai jauh dari standar “bergizi”.

* Ketimpangan Harga: Netizen mencurigai adanya selisih harga yang signifikan, di mana nilai makanan yang diterima siswa diduga berada jauh di bawah pagu anggaran per anak yang telah ditetapkan.

Baca juga: Laka Tunggal Truck Treiler Terperosok di Bahu Jalan

* Dugaan Mal administrasi: Ketidaksinkronan jadwal dianggap sebagai bukti lemahnya koordinasi antara penyedia jasa (vendor) dengan pihak sekolah.

Secara umum, publik mengakui bahwa MBG adalah program yang sangat bagus untuk perbaikan gizi generasi mendatang. Namun, praktik di lapangan yang diwarnai kualitas makanan rendah dan jadwal yang berantakan membuat masyarakat bertanya-tanya: Apakah ada celah korupsi dalam rantai distribusinya?

Desakan agar pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap vendor dan sistem pengawasan semakin menguat, guna memastikan anggaran besar yang dikeluarkan benar-benar masuk ke perut siswa dalam bentuk makanan yang layak, bukan hilang di tengah jalan.

Sumber informasiterkini1.com

(Red_)

Berita Terkait

Terkini

Pena Pagi Nusantara